Jumat, 04 Mei 2012

Pembedaan proses pengaruh.


Pembedaan proses pengaruh: berdasarkan kekuasaan dengan berdasarkan wewenang.


Proses Organisasi

Suatu proses pastilah mempengaruhi pengambilan keputusan. Dan komunikasi adalah proses-proses manejerial karena secara nyata dilaksanakan oleh para manajer. Proses-proses ini juga merupakan proses-proses organisasional karena lebih penting dari pada manajer individual dalam pengaruhnya pada pencapaian tujuan–tujuan organisasi. Ketiga proses organisasi dan manejemen ini merupakan bagian vital sistem organisasi formal dan mempunyai implikasi-implikasi sangat penting terhadap perilaku organisasional.


Proses Mempengaruhi

Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.

Elemen-elemen proses mempengaruhi :
a.      Orang yang mempengaruhi
b.      Metode mempengaruhi
°         Kekuatan fisik
°         Penggunaan sanksi (positif/negatif)
°         Keahlian
°         Kharisma (daya tarik)
c.       Orang yang dipengaruhi

Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan antara :
a.       Antar perseorangan
b.      Kelompok dengan seseorang
c.       Seseorang dengan kelompok

Proses Pengambilan Keputusan
 A.    Konsep Pengambilan Keputusan
·         Identifikasi dan diagnosis masalah
·         Pengumpulan dan analisis data yang relevan
·         Pengembangan & evaluasi alternantif
·         Pemilihan alternatif terbaik
·         Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil –hasil
B.     Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
·         Keputusan-keputusanperseorangan dan strategi
·         Kepusan-keputusan pribadi & strategi
·         Keputusan-keputusan dasar & rutin
C.    Model-model Pengambilan Keputusan
·         Relationalitas Keputusan
·         Model-model perilaku pengambilan keputusan
D.    Teknik Pengambilan Keputusan
·         Teknik -teknik Kreatif: Brainstorming & Synectics
·         Teknik -teknik Partisipatif
·         Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal

Sumber: http://www.carolusjoseph.com/2011/12/tugas-9-10-proses-organisasi.html

Konsep Motivasi di Dalam Organisasi.


Konsep motivasi di dalam Organisasi sesuai teori Abraham Maslow.

Penjelasan mengenai konsep motivasi manusia menurut Abraham Maslow mengacu pada lima kebutuhan pokok yang disusun secara hirarkis. Tata lima tingkatan motivasi secara secara hierarkis ini adalah sbb (jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi tentang motivasi dan management skills.
• Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah).
  Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan,           kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi.
• Kebutuhan keamanan dan ke-selamatan kerja (Safety Needs)  
  Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya.
• Kebutuhan sosial (Social Needs).
  Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi.
• Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs).
  Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan akan simbul-simbul dalam statusnya se¬seorang serta prestise yang ditampilkannya.
• Kebutuhan mempertinggi kapisitas kerja (Self actualization).
   Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya) dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra dan cita diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat mensinkronisasikan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil produktivitas organisasi yang lebih tinggi.

   Teori Maslow tentang motivasi secara mutlak menunjukkan perwujudan diri sebagai pemenuhan (pemuasan) kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan pengembangan individu. Perilaku yang ditimbulkannya dapat dimotivasikan oleh manajer dan diarahkan sebagai subjek-subjek yang berperan. Dorongan yang dirangsang ataupun tidak, harus tumbuh sebagai subjek yang memenuhi kebutuhannya masing-masing yang harus dicapainya dan sekaligus selaku subjek yang mencapai hasil untuk sasaran-sasaran organisasi.

Sumber: http://rajapresentasi.com/2009/03/teori-hirarki-motivasi-dari-abraham-maslow/

CARA MENGHADAPI KONFLIK


CARA MENGHADAPI KONFLIK DAN CARA JALAN KELUARNYA DALAM MENGHADAPI KONFLIK DALAM SUATU KELOMPOK

-   Dibawah ini beberapa cara dalam menghadapi konflik:
1. Proses "Pengarahan"
    Proses "Pengarahan adalah tindakan "mengarahkan" yang dilakukan oleh manajer/pimpinan untuk menterjemahkan kegiatan - yang telah dilakukan dalam proses "Perencanaan" dan "Pengorganisasian".
Peran manajer disini adalah memberi pengarahan dan dukungan terhadap kegiatan (aktivitas) para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan struktur organisasi (organizational structure) yang telah ditentukan.
Dan karena hubungan antar manusia di dalam organisasi sangat kompleks dan selalu berubah setiap saat, maka salah satu kegiatan "Pengarahan" dari manajer adalah memberi perhatian terhadap "kelompok kerja (team works)" dalam organisasi.
2. Definisi team works (kelompok kerja)
    Yang dimaksud suatu team (kelompok) adalah dua atau lebih orang yang saling berhubungan, mempengaruhi satu sama lain dengan suatu tujuan tertentu.
Biasanya dalam suatu organisasi ada kelompok kerja formal dan kelompok kerja yang tidak formal (formal dan informal team)
3. Kelompok kerja formal (formal team) kelompok kerja informal (informal team)
    Formal team (kelompok formal) - adalah terdiri dari para pegawai dan pimpinan, anggota dalam kelompok mempunyai hubungan kerja dengan masing-masing anggota kelompok
Informal team - adalah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai interest/minat yang sama.
Informal team ini dapat berbentu dalam suatu organisasi formal; dan kegiatan tim informal ini kadang-kadang menunjang kegiatan tim formal.

4. Fungsi grup tidak formal (informal group)
1). memperkuat norma dan nilai yang mereka anut.
2). memberi rasa aman, status, kepuasan pada para anggot tim
3). membantu para anggotanya untuk berkomunikasi
4). membantu memecahkan masalah yang dihadapi para anggotanya
   Kadang-kadang kelompok informal menjadi alat yang digunakan oleh pimpinan untuk menyampaikan informasi secara tidak resmi. Kadang-kadang juga membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh anggota kelompok yang ada hubungan dengan organisasi. Kelompok informal ini (informal group) memegang peranan penting untuk kelangsungan suatu organisasi. Komunikasi melalui kelompok kadang-kadang lebih mudah, daripada disampaikan secara resmi.
5. Membina kelompok kerja agar lebih efektif
    Untuk membina agar kelompok kerja dalam organisasi lebih efektive hendaknya harus lebih dipahami karakteristik kelompok tersebut, yaitu bagaimana dalam kepemimpinan norma dan cohesivenes (kepaduan) dalam kelompok yang terus berkembang.
   Pemimpin kelompok formal biasanya melalui pemungutan suara atau ditunjuk langsung; sedang pemimpin kelompok informal muncul dengan sendirinya dalam kelompok ybs, dan para anggota kelompok menerima yang bersangkutan sebagai ketua kelompok.
   Norma-norma yang berkembang dalam suatu kelompok akan mempengaruhi anggotanya mempunyai norma yang umum. Bila seorang anggota kelompok mempunyai norma yang berbeda, biasanya akan berubah, perubahan ini bisa terjadi dengan sendirinya, dengan ajakan halus ataupun berupa tekanan keras.
Team cohesivenes (Kepaduan/kebersatuan kelompok)
    Cohesive dapat menjadi alat ukur seberapa besar loyalitas anggota kelompok, semakin cohesive suatukelompok, maka semakin tingginya rasa memiliki pada diri anggota kelompok. Semakin tingginya rasa yang dimiliki seorang kelompok (self belonging), maka semakin tinggi dukungannya terhadap kelompoknya.
6. Langkah selanjutnya supaya kelompok menjadi lebih efektif
    Keberhasilan suatu kelompok kerja tegantung manjerial skill yang dimilki pimpinan. Kecakapan tersebut dalam arti tidak mendominasi bawahan. Aktivitas yang dilakukan kelompok merupakan faktor penting kesuksesan suatu kelompok kerja.
Contoh:
Untuk hasil yang berhasil dalam suatu rapat hendaknya dibuat prosedur yang jelas (tujuan dan hal-hal yang dibicarakan ditentukan secara tertulis) dan petunjuk untuk pimpinan dan anggota kelompok/organisasi.
7. Mengatasi konflik dalam setiap kelompok
    Konflik merupakan hal yang alami terjadi dalam suatu kelompok. Tetapi Smith dan Berg berpendapat bahwa tiap kelompok harus dapat mengambil keuntungan dari konflik yang timbul. Hal yang merugikan dijadikan kekuatan kelompok. Tiap anggota kelompok harus belajar dari tiap konflik yang timbul, dan menggunakannya/merubah menjadi kekuatan kelompok
-   Berikut jalan keluarnya dalam menghadapi konflik :
1. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi.    Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui loudspeaker.
2. Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan
3. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi

Sumber: http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekon4215/isi5.htm dan http://maksumpriangga.com/cara-mengatasi-konflik-dalam-perusahaan.html

KEGIATAN-KEGIATAN DALAM ORGANISASI DALAM SUATU PERUSAHAAN


KEGIATAN-KEGIATAN DALAM ORGANISASI DALAM SUATU PERUSAHAAN

Contohnya kegiatan Humas dalam PT. Nyonya Menir dalam menghadapi persaingan sebagai berikut:
Peran seorang PR ( Humas ) penting bagi suatu instansi atau perusahaan. Sebab PR
berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga atau
perusahaan dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi. Public Relations (PR) mempuyai tanggung jawab baik keluar maupun kedalam, untuk
menjaga eksistensi dari perusahaan dimana Public Relations (PR) tersebut berada. Kegiatan
Public Relations (PR) begitu besar, luas dan kompleks karena bukan hanya menangani pihakpihak yang berada di lingkungan dalam perusahaan tetapi juga pihak-pihak yang berada pada lingkungan luar organisasi yang beragam keinginan, kebutuhan dan kepentingannya.
Jamu sebagai obat tradisional Indonesia sudah dikenal sebagai bagian dari kebudayaan
yang telah berkembang dari generasi ke generasi. Banyaknya industri jamu sekarang ini
seperti PT Sido muncul, PT Jamu Jago menyebabkan tingkat persaingan semakin tinggi,
untuk mampu bertahan setiap perusahaan harus mampu memenangkan persaingan bisnis, serta
dapat mencapai tujuan perusahaan. Salah satu jamu tradisional yang masih eksis sampai
dengan sekarang ini adalah jamu Nyonya Meneer. Untuk bisa bertahan dalam persaingan ,
perusahaan harus mempunyai keunggulan bersaing ( competitive advantage ) dibandingkan
dengan kompetitornya. Keunggulan bersaing akan menjadi senjata untuk menaklukkan pasar
dan kompetisi.

Adapun ruang lingkup tugas PR dalam sebuah organisasi atau lembaga antara lain
meliputi aktivitas :

a. Membina hubungan ke dalam ( public internal )
    Yang dimaksud dengan public internal adalah public yang menjadi bagian dari
     unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi
     atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambara negative di dalam masyarakat, sebelum
     kebijakan itu dijalankan oleh organisasi.

b. Membina hubungan keluar ( public eksternal )
    Yang dimaksud public eksternal adalah public umum ( masyarakat ). Mengusahakan
     tumbuhnya sikap dan gambaran public yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya.

Sumber: http://eprints.undip.ac.id/29115/1/SUMMARY_PENELITIAN_Daniar_Surya_N.pdf

Senin, 02 April 2012

Tugas Organisasi dan Metode

Nama      : ISHMAH HANI K
NPM        : 33111727
KELAS   : 1DB02

Manajemen, organisasi, dan tata kerja

Pengertian Organisasi
Organisasi dalam bahasa Yunani (ργανονorganon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Organisasi terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok antara satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode,lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner, mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney, mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard, berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins, menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Manajemen dan Organisasi
Diatas tadi kita sudah membahas pergertian apa yang di maksud dengan organisasi. Disini kita akan membahas tengan apa hubungan antara manajemen dan organisasi.
Pengertian Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
Manajemen dan Tata Kerja
Selanjutnya kita akan membahas tentang hubungan antara Manajemen dan Tata kerja. Sebelum itu kita harus mengerti apa yang di maksud dari Tata Kerja itu sendiri.
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia yang amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara Organisasi, Manajemen dan Tata Kerja hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.

Tipe, Bentuk dan Struktur Organisasi

Struktur Organisasi ( Organizational Structure )
Stuktur organisasi pada setiap perusahaan berbeda-beda bergantung pada budaya dan jenis industri dimana mereka berusaha. Contohnya saja perusahaan konsultan dan perusahaan pertambangan. Struktur organisasi mereka bisa sangat berbeda. Umumnya pada perusahaan konsultan, jabatan tertinggi adalah “partner” sedangkan pada perusahaan tambang bisa CEO. Umumnya stuktur organisasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis: Fungsional, Project, dan Organisasi Matrix. Tipe struktur organisasi berpengaruh pada bagaimana komunikasi didalam perusahaan.
Fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
2. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang.
3. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.
Struktur Organisasi
Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas, wewenang serta tanggungjawab, maka bentuk-bentuk organisasi dibedakan sebagai berikut
1. Struktur Organisasi Lini
Organisasi bentuk garis di ciptakan oleh Henry Fayol. Pada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung di tujukan kepada ataan yang memberi perintah. Umumnya organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan spesialisasi kerjanya masih sederhana
Ciri-Ciri:
Kesatuan perintah terjamin; Pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan; Organisasi tergantung pada satu pimpinan
2. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda.
Ciri-Ciri Struktur organisasi fungsional :
Tidak menjamin adanya kesatuan perintah
Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi
Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama
3. Struktur Oranisasi Garis dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya di gunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf. Staf adalorang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.
4. Struktur Organisasi Fungsional dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi.dengan memakai sistem gabungan ini di mungkinkan memilih, yang menguntungkan di pakai yang merugikan di tinggalkan.
Struktur Organisasi Di Buat Dengan Maksud :
Memperlihatkan pola hubungan antara anggota organisasi dan sarana yang dimiliki agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugasnya, kewajiban, hak dan tanggung jawab.
Tipe Struktur Organisasi
Ada beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya.
Struktur Tradisional. Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen. Jenis struktur dibawah struktur tradisional adalah :
1. Struktur Lini – adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi.
2. Struktur Lini dan Staff – meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. Lini dan struktur menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi lini dan staff lebih terpusat. Manajer lini dan staff memiliki otoritas pada bawahannya. Pada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan melupakan formalitas didalamnya.
3. Struktur fungsional – jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif .
Struktur Divisional. Ini adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi ke dalam:
1. Struktur produk – struktur sebuah produk berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk tersebut .
2. Struktur pasar – struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan divisi dalam struktur.
3. Struktur geografis – organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah.
Struktur Matrix
Merupakan struktur, yang menggabungkan struktur fungsi dan produk. Kedua gabungan ini merupakan gabungan terbaik untuk membuat struktur organisasi yang efisien. Ini adalah struktur organisasi yang paling kompleks. Penting untuk menemukan struktur organisasi yang terbaik untuk organisasi, karena penetapan yang keliru akan merusak fungsi organisasi.

Sumber: http://idadwiw.wordpress.com/2011/12/17/manajemen-organisasi-dan-tata-kerja/ dan http://fhateh.wordpress.com/2011/01/02/tipe-bentuk-dan-struktur-organisasi-struktur-organisasi-organizational-structure/

Senin, 12 Maret 2012

ORGANISASI DAN METODE


Nama      : ISHMAH HANI K
NPM        : 33111727
KELAS   : 1DB02



MENDESKRIPSIKAN FUNGSI-FUNGSI PELAYANAN ORGANISASI DAN METODE PADA SUATU ORGANISASI

Organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
v  Ciri-ciri organisasi ialah:
1.    Terdiri daripada dua orang atau lebih
2.    Ada kerjasama
3.   Ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4.   Ada tujuan yang ingin dicapai.

v  Organisasi dapat dilihat dengan dua cara berbeda, yaitu:
1.   Organisasi sebagai suatu sistem terbuka yang terdiri atas sub-sistem yang saling berkaitan, dan                             memperoleh input untuk diolah yang berasal dari lingkungan serta menyalurkan output hasil pengolahan ke lingkungan kembali.
2.   Organisasi sebagai sekelompok orang yang berkerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu:
* Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan.
* Dalam arti dinamis, yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.
Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
       1.  Goals oriented (berorientasi tujuan)
       2.  Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
       3.  Structured activities
       4.  Technological system.
Perbedaan Organisasi :
       * Structure ; staff, line, matriks
       * Strategy ; Growth Strategy, Diversification, Defensive, Minimizing Internal Problem
       * Style ; Autocratic Style, Participative Style, Free Rein Style
       * Skill : Keahlian / Keterampilan
       * Staff ; Jenjang, Latar Belakang, Karakteristik
       * Share Value : Superordinate Goals
       * System : POAC
Pendekatan Terhadap Organisasi :
       * Pendekatan Klasik
       * Pendekatan Neo-Klasik
       * Pendekatan Modern

Sebuah perusahaan tidaklah terlepas dari organisasi. Organisasi dalam perusahaan merupakan hal penting dalam mencapai perusahaan yang baik. Tata kelola yang baik adalah contoh dari organisasi yang berjalan baik dalam perusahaan. Perananan organisasi dalam perusahaan tidak beda dengan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.

ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE DALAM SUATU ORGANISASI
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
      a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.
      b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut :
      1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
      2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
      - Sarana komunikasi
      -  Mengatur jalannya kerja sama
      -  Kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.
      c. Sebagai sistem:

 1. sistem sosial (antar sesama manusia.
 2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan.


Sumber : dari beberapa artikel